Kamis, 12 Maret 2015

Aksi Go Green!!

Go Green yey. Saya mendukung aksi Go Green
Dalam misi PKN yang ketiga ini, saya dan kelompok saya disuruh menanam pohonn. yey. Kita disuruh saling akrab sama tanah, pupuk kandang, pupuk kompos, cacing, dan bau yang tak sedap. yey
teman-teman saya disiapkan oleh ketua kelompok masing-masing. Dan yang didepan yang pakai baju korpri itu adalah Pak Kuntoro alias Pak Kun. Pak Kun sedang memberikan instruksi dulu sebelum melakukan aksi.
Foto sekelas duluu.

Melakukan serah terima polybag untuk menanam pohon bersama Ketua Kelompok sebelum melakukan aksi.
Mengambil tanah dan pupuk. Siap melakukan aksii. yey.

Sama temen-temen.

Ambil bibit pohon duluu.

Foto dulu sebelum mengakhiri aksi hari itu. yey. Kita kotor-kotoran :v
Ini foto sama calon Pohon nanti. Kenalin, nama pohonnya FIFA.
Fifa akan tumbuh besarr. Lihat aja nanti. yey.

Dinas

Misi PKN yang diberikan adalah saya disuruh mencoba untuk menjadi kepala dinas.
Disini saya menjadi salah seorang dari pembantu negara dalam mengerjakan masalah yang ada di Negara ini.
Ya, saya sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati yang mengatur para nelayan


Ini adalah perkumpulan Kepala Dinas yang ada di Kabupaten Pati

Rabu, 11 Maret 2015

Bela Negara

Dalam rangka Bela Negara, saya dan teman-teman saya melakukan tabur bunga atau ziarah kubur di taman makam Pahlawan.
Hormat pada bendera MERAH PUTIH sebagai tanda bahwa kita menghormati para pahlawan yang telah membela bangsa Indonesia ini.

Saya foto dengan salah satu makam pahlawan nihh. Namanya Bapak Misdar

Saya dan kelompok saya meraih bendera merah putih dengan susah payah.
Sambil merangkak, nyium bumi, kotor-kotoran, kita harus rela baju kita kotor gara gara merangkak itu. tapi seruuu mann. Pokoknya kita itu harus berjuang sampai titik darah penghabisan gituu. Ya pokoknya kita harus dapet bendera itu dengan apapun yang terjadi sama kita. Ya itulah.

Jadi, satu kelas itu dibagi menjadi dua kelompok. Dan inilah kelompok saya. Pakai baju doreng biar kayak tentara beneran. Kita GAGAH kan yaaa.
Nah, ini teman satu kelas saya. Kita kompakan. Mereka juga melakuakn hal yang sama seperti kelompok saya. Meskipun kita beda kelompok, kita tetap menghargai satu sama lain. Kita sekelas harus kompakkk. yey.

Terima Kasih semuaa😄

Selasa, 10 Maret 2015

Global Warming

Add caption
     Pemanasan global (Inggris: global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. 
         Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20  kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
         Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C(2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas kalor lautan.
        Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnyanya berbagai jenis hewan.
            Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto , yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.